Islam tak memandang ras

21.45 Aji Achmad Mustofa 0 Comments

Ras, suku, bangsa, kekayaan, atau harta adalah sekumpulan perbedaan yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Perbedaan ini sering kali memunculkan banyak sekali polemik di seluruh kehidupan masyarakat hingga puncaknya adalah pertumpahan darah yang pernah terjadi hampir di seluruh negara yang ada di dunia.
Seperti di Indonesia, ada peperangan antara suku dayak dan suku madura. Hanya karena perbedaan ras mereka saling berperang. Orang - orang dayak membunuhi orang - orang madura, begitu juga sebaliknya. Memang slogan yang dipakai di bumi Indonesia sungguh dalam maknanya, bhineka tunggal ika, tetapi slogan itu hanyalah sebuah kata yang indah tetapi tidak diikuti dengan perealisasian yang nyata kekehidupan masayarakat.
Apabila msayarakat mau melihat orang - orang terdahulu. Ada satu hal yang bisa menjadi sebuah perhatian yang besar, yaitu islam. Bisa terlihat hanya dengan dibawah naungan sebuah agama, pemimpin - pemimpin saat itu mampu menyatukan sepertiga dari kehidupan masyarakat yang ada di dunia. Padahal perbedaan yang ditimbulkan lebih msayarakat itu jauh lebih banyak dari kehidupan masa kini. Tetapi begitulah islam ketika meraih kejayaannya sebagai sebuah Negara yang disatukan atas nama agama.
Sebenarnya bukan dari agamanya yang mesti diperhatikan oleh msayarakat. Tetapi lebih ke aspek penyebaran sebuah semboyan yang sering didengar oleh seluruh lapisan masyarakat. “tak ada manusia yang lebih baik di pandangan Allah SWT melainkan manusia yang paling bertkwa”. Semboyan ini yang ,menjadi pendorong bagaimana manusia saat itu bisa saling menghargai anatara satu dengan yang lain. Mencintai yang kecil dan jarang sekali mencela sehingga keributan di sana sini jarang sekali didapat.