Fitnah meraja lela
Sebar berita tak tahu sumbernya
Timbulkan hingan bingar tak ada ujungnya
Salah benar tak peduli seperti apa
Andai ada yang mau bertanya
Fitnah tersebar ke mana - mana
Manusia pun panik dibuat olehnya
Penanggungjawab pun hilang entah kemana
Tenggelam dilautan fitnah buta
Andai ada yang mau bertanya
Kepercayaan luntur dimakan usia
Uangpun berdiri menjadi raja
Banyak pula yang main dibawah meja
Tak pedui itu apa dan siapa
Andai ada yang mau bertanya
Tuhanpun hilang dari kodratnya
Ditinggal manusia pencari nafsu belaka
Mengejar kesenangan yang hanya sementara
Lupa kalau mereka hanya manusia
Andai ada yang mau bertanya
Damai menjadi kata yang langka
Dijual dipasaran tak kasat mata
Moral jatuh ke dalam neraka
Andai ada yang mau bertanya

Dalam damai aku tertawa
Sedih gelisah sesak di dada
Jiwa siapa entah di mana
Ingin aku hadirkan dirinya
Dalam damai aku berduka
Tahan berat air di mata
Siapa gerangan pemilik hatinya
Akupun diam tak punya daya
Dalam damai aku tunduk
Menahan diri untuk berlutut
Berat kepalaku dalam sujud
Berharap dirinya berwujud
Dalam damai ku sampaikan cinta
Sederhana membuat suka duka
Aku tanggalkan akan hadirnya
Hingga akad meresmikannya
Dalam damai sampaikan doa
Bertutur kata pada sang maha cinta
Berkeluh beban hati yang ku jaga
Berkesah besar cinta yang ku bawa
Rasa ini kembali datang
Rasa yang aku pikir telah lama hilang
Rasa yang aku pikir telah aku buang
Untuk orang yang hanya bisa ku pandang
Yang tanganya tak bisa ku genggam
Rasa ini kembali datang
Rasa yang membuat banyak orang melayang
Rasa yang ingin selalu dimiliki banyak orang
Rasa yang menuntut untuk banyak berkorban
Lupa kalau mereka tidak bisa terbang
Lupa kalau ini bisa menyakitkan
Lupa kalau ini belum tentu membahagiakan
Apa rasa ini bisa kembali hilang ?
Bisa melayang terbang ke awan ?
Agar aku sadar kalau memang tidak ada harapan
Atau rasa ini harus aku genggam ?
Ku tarik kembali dari langit yang penuh bintang ?
Agar aku sadar kalau ini bukan sekedar perasaan
Sekian tahun sudah berlalu
Bencana terdahsyat pada tahun itu
Bumi pertiwi menangis pilu
Peringatan tuhan datang tak menunggu
Tak kenal waktu
Tak kenal siapa kamu
Jadilah maka jadilah
Sekian tahun sudah terlewati
Terbayang masih lautan bergelombang tinggi
Beribu - ribu manusia berlari lari
Jadilah maka jadilah
Sekian tahun sudah hal tersebut diingat - ingat
Sayang banyak manusia yang punya ingatan tak kuat
Seakan itu bencana itu lewat sesaat
Jadilah maka jadilah
Indahnya memikirkan dirimu
Saat mataku terlelap nyenyak
Atau sendiri melamun sepi
Mimpi
Kenapa kau tercipta
Kadang indah
Kadang susah
Kadang penuh bahagia
Kadang penuh sengsara
Mimpi
Ku tak mengeri siapa kamu
Tak mengerti dimana kamu
Tak mengerti mengartikan kamu
Yang ku mengerti
Indahnya dirimu
Cantiknya kelakuanmu
Manisnya wajahmu