Review Buku 'Ayah' Karangan Andrea Hirata

14.22 Aji Achmad Mustofa 0 Comments

Buku 'ayah', adalah buku yang unik. Dari judulnya aku mengira akan menceritakan sesosok ayah yang bekerja siang dan malam untuk menghidupi keluarganya. Nyatanya, buku ini menceritakan seseorang yang jatuh cinta pada pandangan pertama dan karakternya berakhir menjadi sesosok ayah. Ayah bagi seorang anak yang bukan anak kandungnya sendiri.
Karakter yang dipanggil ayah dalam buku ini bernama sabari. Sesuai namanya, sabari berkarakter penyabar. Sabar dalam berbagai hal, salah satunya cinta. Sabari ini jago dalam berpuisi seperti ayahnya. Kelebihan yang dia miliki ini dia gunakan untuk menggaet hati seorang wanita bernama Marlena. Sayangnya cinta sabari yang juga cinta pada pandangan pertama bertepuk sebelah tangan. Marlena tidak berbalik cinta kepada sabari karena banyak hal. Tapi itu tidak memupuskan sabari dalam mencintai marlena. Dia terus berusaha berbagai cara untuk bisa mencintai Marlena bagaimanapun caranya.
Marlena adalah cinta pertamanya Sabari. Karakternya bengal, nakal, dan lain - lain. Mempunyai sifat yang keras seperti ayahnya. Suka melawan dan berganti - ganti pasangan. Walaupun dia suka berganti - ganti pasangan tapi dia pantang untuk selingkuh. Hamil di luar nikah adalah akibat dari karakternya yang bengal. Tapi dari sinilah Sabari muncul sebagai penolong. Muncul sebagai orang yang digunakan untuk menutupi aib dari marlena. Sayangnya, Sabari hanya penutup dari aib marlena. Sehingga sebagai suami, sabari tidak mandapatkan hak - haknya. Sabari hanya bertemu marlena beberapa kali sebelum keduanya bercerai. Hebatnya, rasa sayang Sabari kepada Marlena, mampu dicurahkan kepada anak Marlena yang diberi nama Zoro. Sabari yang sejak awal pernikahan hidup sendiri dari Marlena menjadi 'single father'. Sabari merawat anaknya layaknya anak kandungnya sendiri. Yang Sabari ajarkan ke Zoro sama sepert yang ayah Sabari ajarkan ke dirinya. Bercerita, berpuisi, berdongeng, dan banyak hal yang sifatnya selalu positif.
Zoro adalah anak kandung dari Marlena. Berkarakter tangguh sama seperti Sabari. Sikap positif yang diajarkan oleh Sabari, membuat dia bisa menjadi lebih dewasa. Diambil paksa oleh Marlena saat berumur tiga tahun, hidup dengan anak orang lain, ataupun berpindah - pindah dari satu tempat ke tempat lain, tidak membuat sifat positifnya redup. Dia menjadi anak yang pintar di setiap sekolah yang dia tempati, paham bagaimana kondisi ibunya, dan tidak pernah mengeluh akan kondisi ibunya. Dia selalu menuliskan puisi jika dia pindah dari satu kota ke kota lain. Hampir mirip dengan karakter sabari yang selalu menuliskan puisi pada setiap surat pengunduran dirinya. Setelah sekian lama berpisah dengan sang Ayah 'Sabari', akhirnya dia berhasil dibawa kembali oleh teman - teman baik sabari, Tamat dan Ukun.
Tamat dan Ukun adalah sahabat yang selalu setia menemani Sabari. Mereka juga yang membuat Sabari makin cinta kepada Marlena. Mereka sengaja membuat surat atas nama Marlena yang seakan - akan membalas puisi - puisi Sabari untuk Marlena. Sabari yang mulai gila setelah Zoro diambil paksa oleh Marlena, membuat Tamat dan Ukun berjuang sekuat tenaga untuk mencari Marlena dari utara Sumatera hingga selatan Sumatera. Mereka mencari Marlena bukan karena cinta Sabari yang besar untuk Marlena, melainkan untuk membawa pulang Zoro yang sangat dicintai oleh Sabari melebih cinta untuk Marlena. Pencarian mereka pun membuahkan hasil hingga mereka bisa membawa kembali Zoro ke Sabari.
Sebagai sebuah novel, buku ini laik untuk dibaca. Bukan hanya menceritakan karakter - karakter yang aku sebutkan sebelumnya tetapi ada banyak sekali karakter yang diceritakan yang nantinya saling berhubungan dengan karakter - karakter di atas. Hanya ada satu karakter yang menurut aku tidak diceritakan secara detail, yaitu karakter Amirza yang menjadi suami terakhir dari Marlena. Tidak seperti suami - suami Marlena sebelumnya, sosok Amirza hanya digambarkan sebagai karakter yang senang sekali mendengarkan radio. Tidak dijelaskan bagaimana dia bisa menikah dengan Marlena. Selain itu, aku berpikir tidak ada klimaks dalam cerita ini. Jika ada bagian yang disebut klimaks maka bagian itu adalah kisah perjalanan hidup dari Marlena. Hal menarik dalam buku ini adalah bagaimana karakter - karakter yang ada dalam buku ini benar - benar disesuaikan pada masa itu, realistis, dan tidak dilebih - lebihkan.

0 komentar :