Sanksi FIFA, So....

Sanksi FIFA telah turun, itulah headline berita yang sedang ramai dibeberapa media. Kalau kata sebagian pengamat bahwa sanksi tersebut sangat disayangkan. So....terus kalau gak disanksi, akan lebih baik...??
Sebelum menyampaikan opini pribadi gw, gw mau kasih tahu beberapa hal. Gw suka bola tapi gak hobi bola. Gw suka lihat pertandingan sepak bola lewat layar kaca tapi tidak tertarik nonton langsung. Itu juga sepak bola luar negri, bukan sepak bola dalam negeri. Gw juga punya klub yang gw jagokan tapi tidak sampai fanatik membeli pernak - pernik klub tersebut. Gw jadikan sepak bola sebagai hiburan bukan suatu keseriusan yang gw tekunin. So, kalo sepak bola indonesia kena sanksi, gw gak terlalu lebai seolah kiamat akan terjadi pada persepak bolaan indonesia.
Kenapa sepak bola indonesia kena sanksi ? Jawabannya karena pemerintah membekukan organisasi persepak bolaan indonesia atau yang disebut PSSI. Kalau kata statuta FIFA, pemerintah ikut campur dalam urusan organisasi persepak bolaan Indonesia.
Kenapa dibekukan ? Kalau gw gak salah ambil berita, itu karena PSSI tetap ngeyel untuk mengikutsertakan dua klub sepak bola yang menurut BOPI tidak layak untuk ikut karena satu dan lain hal.
Kenapa pemerintah ikut campur ? Gw yakin, pemerintah bisa aja masa bodo dengan persepak bolaan Indonesia. Sayangnya, sudah banyak gaji pemain yang tertunda, sudah ada pemain yang meninggal gara - gara persoalan gaji, sudah ada ketidak profesionalan dalam bermain bola "Sepak Bola Gajah", dan mungkin banyak lagi hal - hal yang memang belum terekspos di muka umum. Semua itu terjadi di wilayah Indonesia. So, sudah barang tentu pemerintah turun tangan. Selain itu, posisi pemerintah juga sudah berada di tempat yang serba salah. Di lain pihak dituntut untuk membenahi persepak bolaan indonesia, di sisi lain ada regulasi yang pada dasarnya tidak memperbolehkan pemerintah untuk melakukan intervensi terhadap organisasi persepak bolaan indonesia. Untungnya, pemerintah yakin bahwa sepak bola milik rakyat Indonesia hingga pembekuan organisasinya pun muncul. Banyak yang senang, banyak pula yang nyindir. Sedangkan gw, biasa aja. Toh menurut gw, persepak bolaan indonesia masih blum bisa gw nikmatin. Palingan, cuma beritanya aja yang gw nikmatin dan gw jadikan sumber opini gw.
Terus bagaimana nasib para pemain, penjual perna - pernik, dan banyak lagi yang berhubungan langsung dengan sepak bola ? Pertanyaannya susah karena sudah berhubungan dengan perut. Sayangnya, perut juga yang menyebabkan kekisruhan ini terjadi. Semuanya egois pada perutnya masing - masing. Sedikit yang peduli dengan perut orang lain. Baik pemerintah maupun PSSI pun juga punya perut. Permasalahannya, siapa yang paling peduli dengan perut orang lain. Pemerintahkah atau PSSI ?
Seberapa lama sepak bola ini berpuasa ?? Ini mestinya sudah diperhitungkan oleh pemerintah, selaku penanggung jawab terhadap sanksi FIFA. Tapi mestinya, semua yang berhubungan dengan sepak bola harus mau bertanggung jawab dengan persepak bolaan indonesia. Dengan cara menahan ego perut masing - masing. Gak salah kalo perutnya lapar tapi inget, kalo mau persepak bolaan indonesia maju semuanya harus saling bahu - membahu dan bukan saling menjatuhkan. Sedangkan perut gw, silahkan baca siapa sebelum menyampaikan opini pribadi gw.

Why the people must die

Pertanyaan kenapa orang harus hidup adalah pertanyaan orang yang selalu ditanyakan untuk tidak pantang menyerah. Bertanya kenapa harus mati adalah bertanya untuk siap menghadapi sesuatu yang lebih baik. Sesuatu yang memang harus dibayar untuk mendapatkan yang terbaik. "Everything in Life Has a Price".
Haruskah mereka mati ??. Tanpa mengurangi simpati dan rasa peduli kepada yang mati, jawabannya 'Harus'. Terkesan ekstrim tapi ini lah kenyataan. Kenyataan yang tidak akan kembali walau diratapi seumur hidup. Mereka mati bukan karena mereka pantas mati tapi mereka adalah harga yang dibayarkan untuk kelangsungan hidup yang lain. Mereka mati karena inilah cara dunia hidup. Tidak peduli kaya ataupun miskin, dunia memilih yang pantas hidup dan pantas mati. Tidak ada yang bisa untuk tidak bilang tidak.
Pertanyaannya, seberapa besar manfaat yang bisa diambil dari sebuah kematian yang besar. Banyak negara - negara besar yang harus membayar nyawa untuk menjadi negara sebesar sekarang. Mereka besar bukan hanya membayar dengan nyawa yang besar, mereka besar karena mereka memanfaatkan apa yang mereka bayarkan bukan meratapi apa yang mereka dapatkan. Hingga akhirnya manusia berhasil membuat berbagai macam teknologi untuk mengurangi bayaran nyawa yang dibayarkan untuk dunia ini.Teknologi tersebut butuh waktu dan konsistensi. Tidak bisa langsung instan.
Pertanyaan selanjutnya, bisakah manusia meghindari kematian yang besar untuk yang kesekian kalinya. Pertanyaan yang jawabannya seharusnya bisa. Kenyataannya, manusia harus ingat kalau mereka itu menumpang. Semakin lama tumpangan semakin besar bayarannya. Hingga akhirnya, dunia meminta semua nyawa yang masih hidup saat itu juga "Kiamat", sebagai bayarannya. Kiamat merupakan bayaran manusia paling terakhir. Bayaran yang meminta seluruh apa yang hidup dan bukan sebagian. Bayaran yang manusia tunggak karena kecanggihan teknologi. Teknologi yang manusia ciptakan untuk bisa menumpang hidup lebih lama.  



Fenomena Hukum yang Terjadi

Setengah tahun ini, ada dua fenomena unik yang serupa tapi tak sama. Fenomena dua lembaga hukum yang menyalahkan satu sama lain dan seorang staff yang melaporkan anggota dewan karena nama di kartu nama. Kita tidak membahas tentang apa kasusnya karena kita tidak tahu yang benar dan juga yang salah. Cobalah berfikir, bagaimana fenomena ini terbentuk.
Fenomena pertama terjadi karena satu institusi mencoba untuk mengusut salah seorang dari institusi tersebut. Saat mencoba mengusut institusi tersebut, salah seorang yang berasal dari institusi yang mengusut diusut balik dengan kesalahan yang sudah sekian lama. Pertanyaannya, kenapa harus sekarang kasus tersebut diusut.
Fenomena kedua terbentuk dari salah seorang staff yang melaporkan atasannya karena menggunakan gelar yang tidak seharusnya. Anehnya, laporan tersebut diajukan setelah dia dipecat dari lembaga tersebut tanpa alasan yang jelas. Jawabannya simple kenapa dia ingin melaporkan atasannya. Sakit hati. Sederhana tapi aneh. Aneh karena alasan tersebut diajukan setelah dia dipecat secara sepihak. 
Fenomena keduanya mempunyai persamaan, mengusut sesuatu setelah terjadi sesuatu pada dirinya. Salahkah mereka melakukan hal tersebut. No, mereka tidak salah karena apapun alasannya, hukum tetap dijalankan. Dari pada menyatakan fenomena itu salah, lebih tepat fenomena itu dikatakan tidak tepat. Tidak tepat karena mereka menggunakan hukum seperlunya. Melapor saat dibutuhkan dan menyimpan hingga waktunya datang. Fenomena yang mestinya membuat kita bertanya inikah hukum kita sekarang. Hukum yang lebih mangedepankan ego ketimbang fakta. Hukum yang seharus tidak memandang waktu dan kondisi, bukan butuh dan tidak butuh.

Ringkasan dan Review Tomorrowland

Film ini menceritakan tentang orang - orang yang optimis untuk membuat sesuatu yang lebih baik. Dalam film ini setidaknya ada 2 orang karakter utama yang mempunyai sifat optimis untuk membuat dunia ini menjadi lebih baik.
Pertama, karakter laki - laki bernama Frank Walker. Karakter ini diawali dari sosok anak kecil berusia belasan tahun yang telah membuat terobosan baru pada tahun tersebut. Alat yang membuat manusia bisa terbang. Alat tersebut coba diajukan ke dalam sebuah lomba penemuan pada tahun tersebut. Sayangnya, saat pendaftaran, dia tidak berhasil meyakinkan panitia seleksi bahwa alat tersebut berfungsi dengan baik. Sifat optimisnya yang begitu besar yang ingin membuktikan bahwa alat itu berfungsi membuat dia didatangi oleh gadis kecil dan mengajaknya untuk datang ke masa depan dengan menggunakan pin khusus untuk pergi ke masa depan. Hingga dia pun ke masa depan dan melihat keajaiban - keajaiban yang belum ada pada masanya.
Kedua, Karakter perempuan bernama Casey Newton. Karakter ini bersosok remaja usia 20 an yang mempunyai sifat sama seperti karakter pertama, optimis. Karakter ini selalu mencoba untuk melakukan hal - hal yang baik untuk masa depan yang lebih baik dan akan melakukan segala sesuatu agar orang - orang disekitarnya tidak menyerah walaupun hal tersebut melanggar aturan. Sifat optimis dan tidak menyerah membuat dia terpilih untuk pergi ke masa depan. Dia mendapatkan sebuah pin yang sama dengan Frank. Pin tersebut membuat dia bisa melihat sebuah tempat di masa depan. Tempat di mana semuanya berawal dari imajinasi. Sayangnya pin tersebut hanya bertahan beberapa jam sehingga dia berusaha untuk mencari pin serupa untuk pergi ke tempat yang luar biasa menakjubkan.
Sebenernya ada satu karakter lagi yang membuat dua karakter sebelumnya mendapatkan pin untuk bisa ke masa depan. Karakter ini bernama Athena. Athena merupakan sesosok perempuan manis yang umurnya kurang lebih hampir sama seperti Frank Walker saat menuju masa depan. Sayangnya, Athena bukan manusia seperti dua karakter sebelumnya. Dia adalah robot yang digunakan untuk merekrut (mengajak) orang - orang yang memiliki sifat optimis agar bisa melihat masa depan. Bukan hanya untuk melihat masa depan tetapi mencoba untuk memperbaiki kehidupan manusia di masa depan.
Konflik dalam film ini dimulai ketika Casey ingin mencari pin yang sama dengan pin miliknya melalui internet. Dari internet dia menuju ke sebuah toko mainan - mainan langka yang juga memiliki pin tersebut. Sayangnya pemilik dari toko tersebut adalah robot yang datang dari masa depan. Pemilik tersebut penasaran bagaimana Casey bisa mendapatkan pin tersebut. Casey yang curigapun enggan memberitahukan bagaimana dia mendapatkan pin tersebut. Saat suasana memanas muculah Athena, gadis kecil yang bertanggungjawab atas pin tersebut. Casey pun selamat, bersama Athena dia pergi ke rumah Frank Walker.
Casey yang hanya sendirian ke rumah Frank, membuat awal pertemuan mereka panas. Tidak ada rasa saling percaya membuat Frank pun enggan membukakan pintu untuk Casey. Casey yang tidak pantang menyerah pun berhasil masuk walau dengan sedikit cara - cara kasar. Karakter frank saat ditemui casey berbeda. Frank yang sekarang adalah Frank yang sudah berumur tiga puluhan. Tetap jenius yang sayangnya, dia diusir dari tempat masa depan. Saat casey berada di dalam rumah Frank, dia menemukan sebuah ruangan yang berisi monitor - monitor tentang kekacauan. Salah satu nya adalah monitor kemungkinan yang bertuliskan 100%. Frank yang masuk ke ruangan tersebut pun sedikit marah dan Casey yang memiliki keingintahuan besarpun meminta Frank untuk menjelaskan apa maksud ruangan tersebut. Frank pun menjelaskan bahwa ruangan tersebut adalah ruangan yang menggambarkan bagaimana dunia ini ke depan dan berapa lama dunia ini masuk ke fase tersebut. Casey yang tercengang pun sedikit tidak terima dan tidak percaya. Dia sangat yakin bahwa manusialah yang dapat menentukan takdirnya kedepan. Sebuah kepercayaan yang tinggi dari Casey membuat monitor kemunginan berubah dari 100% menjadi 99%. Dari sinilah petualangan mereka berlanjut. Mulai dari dikejar - kejar robot, pergi ke paris menggunakan mesin waktu, hingga akhirnya sampai ke masa depan dengan menggunakan roket luar angkasa. Saat petualangan ini, Athena muncul untuk membantu mereka menuju masa depan.
Setelah berhasil masuk ke masa depan, casey sedikit kecewa. Tempat yang dilihat waktu pertama kali dia mendapatkan sebuah pin itu 180 derajat berbeda. Tempat itu sekarang sepi dan tidak terurus lagi. Akan tetapi, setibanya di sana, mereka bertiga langsung disambut oleh pengelola di tempat tersebut. Singkat cerita, diajaklah mereka bertiga ke sebuah tempat bernama monitor. Tempat tersebut adalah tempat yang dibangun berdasarkan rancangan algoritma dari Frank Walker. Sama seperti tempat yang ditemui Casey dirumah Frank. Bedanya tempat ini bisa menjelajah ke masa lalu ataupun masa depan. Casey yang diperkenankan untuk mengendalikan tempat tersebut sangat antusias. Dia mengendalikan tempat tersebut dimulai dari dia berbicara dengan ayahnya di ruang makan hingga sampailah dia ke tempat kerja ayahnya, pangkalan peluncuran satelit NASA. Di sana dia mencoba melihat masa  depan satelit tersebut. Sayangnya, yang dia lihat adalah kehancuran. Bukan hanya di tempat tersebut. Semua tempat yang dia lihat tampak penuh dengan kehancuran. Begitu pula tempat di mana dia tinggal. Waktu tersisa menuju kehancuran dunia adalah 58 hari. Casey pun kesal, kenapa mereka yang mengetahui bagaimana masa depan dunia, tidak memberi tahu orang - orang. Panasnya suasana di ruangan monitor membuat Casey, Frank, dan juga Athena akhirnya dipindahkan ruangan yang terbatas yang kemudian ketiganya akan dideportasi ke masa tempat mereka berada sebelumnya.
Akhir dari cerita ini sungguh menarik. Solusi untuk menghentikan kehancuran dunia adalah dengan menghancurkan monitor. Untuk menghancurkan monitor, Casey, Frank, dan juga Athena harus berdebat panjang dengan pengelola tempat tersebut. Dari sinilah akhirnya jawaban - jawaban muncul. Kenapa mereka tidak meperingatkan manusia untuk berubah menjadi yang lebih baik. Karena pada dasarnya peringatan itu sudah sering muncul tapi manusialah yang mengabaikan. Pemanasan global, mencairnya kutub utara, dan banyak hal lagi yang pada dasarnya sudah cukup untuk memperingatkan manusia. Sayangnya begitulah manusia, di sisi lain banyak orang yang mengalami obesitas, banyak pula orang yang mengalami kekurangan gizi. Egois dan hanya mementingkan golongan saja. Setelah perdebatan berakhir, terjadilah perkelahian yang dimenangkan oleh Casey, Frank, dan juga Athena. Sayangnya, Athena yang robot harus terluka parak karena melindungi Frank. Akhirnya, satu - satunya cara untuk menghancurkan monitor adalah membawa Athena ke monitor karena Athena akan meledak jika dia mati.
Film yang sangat menarik, mengajak para penonton untuk berpikir optimis. Bukan hanya jadi pendiam tapi juga melakukan sebuah tindakan untuk membuat dunia ini lebih baik lagi. Walau sedikit membingungkan, tapi ini cocok bagi remaja - remaja untuk menentukan bagaimana dunia ini ke depan.

Jadilah Maka Jadilah

Sekian tahun sudah berlalu
Bencana terdahsyat pada tahun itu
Bumi pertiwi menangis pilu
Peringatan tuhan datang tak menunggu
Tak kenal waktu
Tak kenal siapa kamu
Jadilah maka jadilah

Sekian tahun sudah terlewati
Terbayang masih lautan bergelombang tinggi
Beribu - ribu manusia berlari lari
Jadilah maka jadilah

Sekian tahun sudah hal tersebut diingat - ingat
Sayang banyak manusia yang punya ingatan tak kuat
Seakan itu bencana itu lewat sesaat
Jadilah maka jadilah