Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Why the people must die

Pertanyaan kenapa orang harus hidup adalah pertanyaan orang yang selalu ditanyakan untuk tidak pantang menyerah. Bertanya kenapa harus mati adalah bertanya untuk siap menghadapi sesuatu yang lebih baik. Sesuatu yang memang harus dibayar untuk mendapatkan yang terbaik. "Everything in Life Has a Price".
Haruskah mereka mati ??. Tanpa mengurangi simpati dan rasa peduli kepada yang mati, jawabannya 'Harus'. Terkesan ekstrim tapi ini lah kenyataan. Kenyataan yang tidak akan kembali walau diratapi seumur hidup. Mereka mati bukan karena mereka pantas mati tapi mereka adalah harga yang dibayarkan untuk kelangsungan hidup yang lain. Mereka mati karena inilah cara dunia hidup. Tidak peduli kaya ataupun miskin, dunia memilih yang pantas hidup dan pantas mati. Tidak ada yang bisa untuk tidak bilang tidak.
Pertanyaannya, seberapa besar manfaat yang bisa diambil dari sebuah kematian yang besar. Banyak negara - negara besar yang harus membayar nyawa untuk menjadi negara sebesar sekarang. Mereka besar bukan hanya membayar dengan nyawa yang besar, mereka besar karena mereka memanfaatkan apa yang mereka bayarkan bukan meratapi apa yang mereka dapatkan. Hingga akhirnya manusia berhasil membuat berbagai macam teknologi untuk mengurangi bayaran nyawa yang dibayarkan untuk dunia ini.Teknologi tersebut butuh waktu dan konsistensi. Tidak bisa langsung instan.
Pertanyaan selanjutnya, bisakah manusia meghindari kematian yang besar untuk yang kesekian kalinya. Pertanyaan yang jawabannya seharusnya bisa. Kenyataannya, manusia harus ingat kalau mereka itu menumpang. Semakin lama tumpangan semakin besar bayarannya. Hingga akhirnya, dunia meminta semua nyawa yang masih hidup saat itu juga "Kiamat", sebagai bayarannya. Kiamat merupakan bayaran manusia paling terakhir. Bayaran yang meminta seluruh apa yang hidup dan bukan sebagian. Bayaran yang manusia tunggak karena kecanggihan teknologi. Teknologi yang manusia ciptakan untuk bisa menumpang hidup lebih lama.  



Tuhan dan Kejahatan (Serial Tak Ber-Tuhan)

Suatu cerita gundahan dari cerita seorang yang ber-Tuhan, dikembangkan menurut perspektif si penulis
Suatu saat di sebuah universitas di Jerman, sebuah kelas dipenuhi mahasiswa-mahasiswa baru yang penuh antusias. Diampu oleh seorang Profesor ulung dalam bidang fisika. Sebelum memulai kelas, Profesor itu senang menguji pemahaman dan kepercayaan siswa terhadap suatu hal. Diapun mulai menguji hakikat Tuhan. "Mahasiswa-mahasiswaku, apakah Tuhan itu ada?" tanya sang Profesor
"Ada!" jawab salah satu mahasiswa penuh keyakinan
"Di mana??"
"Di langit Prof"
Sang Profesor terdiam sejenak, kemudian dia melemparkan pendapat kritisnya "Apa tuhan menciptakan segala sesuatu?"
"Tentu Prof, dia yang menciptakan semua yang ada di seluruh jagat" jawab Mahasiswa tadi
"Jadi kamu percaya bahwa Tuhan yang menciptakan semua, termasuk kejahatan "evil", jadi sebenarnya Tuhan adalah jahat!" lanjutnya "kalau Tuhan memang benar-benar baik, kenapa perlu dia ciptakan kejahatan?"
Para Mahasiswapun terdiam, seakan telah kehilangan iman pada Tuhan yang telah mereka sembah dari generasi ke generasi. Suatu fenomena yang menakjubkan. Tetapi....
Ada seorang Mahasiswa yang berambut hitam dan acak-acakan. Dia berdiri dan melambaikan tangan "Prof, bolehkan saya bertanya?"
"Boleh, silakan" kata profesor
"Apa dingin itu ada?" tanya sang pemuda
"Ada, pasti, kamu kena flue itu kan karena dingin, simpel bukan?" jawab sang Profesor
Semua orang menertawakannya, termasuk si Profesor dan teman yang menjawab pertanyaan Profesor
"Anda salah Prof, dingin itu tidak ada"
Profesor itu terlihat bingung dan terhening "Yang terjadi adalah ketiadaan panas" lanjut sang pemuda "karena panas tidak ada, maka suhu mengalami penurunan"
Profesor dan mahasiswa-mahasiswa yang lain terdiam sejuta kata
"Prof, saya tanya lagi" lanjut si pemuda "Apakah gelap itu ada?"
"Ada, kau berjalan dimalam hari, kau tahu itu gelap" jawab si Profesor
"Anda salah Prof, gelap itu tidak ada" lanjutnya "yang terjadi adalah ketiadaan cahaya"
Kembali argumen si mahasiswa mencengangkan si Profesor
"Prof, apakah kejahatan itu ada?" tanya lagi si pemuda
"Ada, pasti! Kamu bisa lihat di berita setiap hari" jawab si Professor
"Tidak, Profesor salah. Kejahatan tidak ada. Yang ada adalah KETIADAAN Tuhan di hati Anda"
Siapakah si pemuda itu?
_ - - _
Dia seorang Yahudi, Albert Einstein
Pertanyaan saya pada Anda adalah: Apakah Anda bisa memberikan jawaban yang sebanding atau lebih baik dari jawaban sang super jenius Albert Einstein

sumber : Notes Facebook

WNI

Pada suatu pelajaran Kewarganegaraan, seorang guru bertanya kepada murid-murid.

Guru : "Sebutkan ciri-ciri warga negara Indonesia yang baik, yang bisa angkat tangan!"

(Salah seorang murid mengangkat tangan)

Murid : "Saya tahu!"
Guru : " Iya, silakan. Apa jawabannya?"
Murid : " Ciri-ciri warga negara Indonesia yang baik adalah :
1. Suka membuang sampah sembarangan, tidak pada tempatnya
2. Sering menyerobot antrian
3. Suka mengkorupsi uang masyarakat
4. Suka mempersulit urusan orang lain, misal pembuatan pasport.

dan masih banyak lagi ciri-cirinya ,pak."
Guru : (Dengan nada marah) " Dasar bodoh! Kamu memang warga negara Indonesia yang jelek!!!"
Murid : (Dengan santai menjawab) " Oh iya, pak. Saya memang warga negara Indonesia yang jelek,
Pak. Sebab saya selalu membuang sampah pada tempatnya, saya selalu tertib dalam antrian,
saya tidak pernah dan tidak akan korupsi."
Guru :"**^&^%$%^%%&**^&* "

PENDERITAAN

Penderitaan atau derita berasal dari kata sanskerta yaitu dhura yang artinya menanggung. Penderitaan adalah lawan dari kebahagiaan karena tuhan menciptakan manusia dan seisinya dengan berpasang – pasangan, ada tua muda, kaya miskin, sehat sakit, dan sebagainya. Penderitaan juga merupakan resiko dari suatu perbuatan yang dilakukan manusia, biasanya tuhan telah memberikan wangsit atau sebagainya kepada manusia tentang penderitaan yang akan diterimanya, tinggal manusia itu sendiri bisa atau tidak dalam menangkapnya. Penderitaan ada dua yang pertama penderitaan secara fisik. Kedua secara mental. Salah satu sebab seseorang mengalami penderitaan yaitu karena orang tersebut mendapatkan siksaan seperti pembunuhan, kekerasan, pemerkosaan, dan sebagainya yang biasanya berhubungan dengan fisik. Untuk penderitaan secara mental banyak macamnya yaitu phobia, takut terhadap sesuatu, kekalutan mental, kesedihan yang terus menerus, dan sebagainya.

RESUME BAB IV : CINTA KASIH

A. Pengertian Cinta Kasih
Menurut kamus besar bahasa indonesia, cinta adalah sebuah persaaan suka kepada seseorang atau ketertarikan seseorang kepada orang lain. Sedangkan kasih adalah perasaan yang timbul karena kasihan, jika digabungkan maka cinta kasih akan berarti rasa suka yang muncul karena adanya rasa untuk mengasihi. Cinta sendiri memiliki beberapa unsur dasar yang harus dipahami yaitu
1. Pengasuhan
2. Tanggungjawab
3. Pengenalan
4. Perhatian
selain itu cinta juga mempunyai pondasi yang saling berhubungan yang akan menentukan posisi orang yang dicintai
1. Keintiman
2. Kemesraan
3. Keterikatan
dalam islam cinta dibagi tiga yaitu
1. Cinta tertinggi : cinta kepada Allah SWT, Rosulullah, dan berjihad dijalannya
2. Cinta menengah : cinta kepada lingkungan sekitar
3. Cinta rendahan : cinta yang hanya dengan diikuti oleh hawa nafasu dan cinta kepada syaiton
Jika unsur – unsur di atas dapat dipenuhi dengan baik maka cinta akan memberikan hikmah – hikmah positif di antaranya :
1. Timbulnya keharmonisan dalam keluarga dan masyarakat
2. Mengetahui apakah itu cinta yang dimiliki hanya main – main atau tidak
3. Berputarnya roda kehidupan yang baik
4. Munculnya karya – karya indah dari tangan – tangan manusia yang memiliki cinta
B. Cinta Menurut Ajaran Agama
Dalam kehidupan ini, cinta merupakan hal yang dibutuhkan. Sehingga aagamapun mengajarkan cinta dan penerapannya dalam kehidupan ini. Dalam islam cinta di bagi beberapa bagian
1. Cinta diri
Melakukan hal – hal yang tidak membahayakan dirinya sendiri
2. Cinta sesama
Melakukan hal – hal yang bisa membuat dirinya dan sekitarnya bahagia
3. Cinta seksual
Cinta agar mendapatkan keturunan
4. Cinta kebapakan
Cinta seorang ayah kepada anaknya karena anak adalah semangat bagi dirinya
5. Cinta Allah
Cinta untuk melakukan hal – hal yang tidak membuat Allah SWT murka
6. Cinta rosul
Cinta untuk melakukan kebiasaan – kebiasaan baiknya
C. Kasih Sayang
Kasih sayang merupakan perasaan mencintai yang butuh beberapa factor yang tidak boleh hilang dari jalur yaitu

1. Tanggungjawab
2. Jujur
3. Pengorbanan
4. Salaing percaya
5. Saling terbuka
6. Saling pengertian

Kasih sayang yang biasanya muncul adalah kasih sayang orang tua kepada anaknya atau sebaliknya. Jika dilihat dari segi keaktifan, kasih sayang ini di bagi beberapa bagian

1. Orang tua aktif, anak pasif
2. Orang tua pasif, anak aktif
3. Orang tua pasif, anak pasif
4. Orang tua aktif anak pasif

D. Kemesraan
Kemesraan adalah sebuah ungkapan perasaan manusia yang sedang dimabuk asmara. Kemesaraan terlihadt dari pancaran matanya, tanganya, atau bahkan tubuhnya. Bagaimana seroang melihat dengan penuh kasih, bagaimana seorang membelai kekasihnya dengan kedua tangannya yang lembut, dan banyak lagi ungkapan kemesraan yang ditunjukan seseorang kepada kekasihnya.
E. Pemujaan
Pemujaan adalah bentuk cinta seorang manusia kepada tuhannya. Pemujaan ini bersifat mutlak karena tuhan yang menciptakan semuanya sehingga akan terasa malang jika dalam sekejap saja rasa cinta manusia kepada tuhannya hilang. Bentuk pemujaan kepada sang tuhan bisa bermacam – macam sesuai dengan kepercayaan masing 0 masing manusia. Jika kepercayaan dalam islam, mereka pergi ke masjid untuk sholat. Jika budda, mereka pergi ke pura dan sebagainya.
F. Belas Kasihan
Belas kasihan merupakan sebuah rasa yang muncul karena mempunyai rasa simpati kepada sesama.
G. Cinta Kasih Erotis
Cinta kasih erotis adalah bentuk cinta yang diikuti rasa ingin bersatu dalam hal fisis. Tetapi hubungan dalah hal fisis ini bukan diikuti dengan hawa nafsu yang dapat melahirkan hal – hala negativ melainkan diikuti hal – hal yang dapat memperbesar rasa cinta dan kasih

Belajar dari Roti

Sebagaimana kebiasaan orang – orang zaman sekarang. Mereka ingin memakan makanan yang serba praktis. Mulai dari ayam friedchiken, roti burger, ataupun makanan cepat saji lainnya. Dari semua yang disebutkan, makanan yang super cepat lagi bergizi adalah roti. Sayangnya, sedikit sekali orang yang memakan sepotong roti lalu memikirkan dari mana roti itu berasal dan apa maksud sang pencipta membuat kumpulan bahan makanan yang disebut roti.
Memang, roti itu tidak se-spesial makanan – makanan cepat saji saat ini. Tetapi dari roti manusia dapat mengerti sebuah arti kehidupan. Roti itu sekumpulan bahan – bahan
makanan yang dicampur aduk sedemikian hingga sehingga bahan tersebut menjadi sepotong roti. Lalu, apa hikmah dari roti ?.
Andaikata bahan – bahan makanan itu adalah seluruh bagian dari tubuh manusia. Lalu, cara membuatnya adalah prilaku dari manusia tersebut dan konsumennya adalah para pemerhati si manusia tersebut. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa “jika tiap – tiap bagian dari tubuh manusia itu baik dan dibarengi dengan prilaku yang baik maka para pemerhati akan menganggap bahwa manusia itu baik” hal ini berbanding lurus dengan roti dengan bahan – bahan terbaik dan cara pembuatan yang terbaik pula maka para konsumen akan berkata bahwa roti ini enak.

Menjaga sumber daya alam

Interaksi yang buruk dengan sumberdaya alam dan bahaya lingkungan yang ditimbulkannya terjadi karena berlebih-lebihan dalam memanfaatkan sumberdaya alam atau dengan membiarkan dan tidak memanfaatkannya. Oleh karena itu, manhaj Islam dalam menjaga sumberdaya alam dan melawan eksploitasi tidak hanya dengan mengarahkan penggunaannya, akan tetapi juga mengarahkan untuk melindungi dan menjaganya dengan memanfaatkan dan mengembangkan agar apa yang telah dipergunakan mempunya ganti untuk mengembangkannya lagi.
Umar Radhiyallahu Anhu tidak pernah memperbolehkan eksploitasi apapun terhadap sumberdaya alam dan menganggap sumberdaya alam sebagai milik generasi yang akan datang dari umat Islam. Oleh karena itu, strateginya dalam menjaga dan mengembangkan sumberdaya alam adalah dengan melindungi hak-hak generasi tersebut. Misalnya beliau menolak untuk membagi tanah kepada orang-orang yang ikut dalam penaklukan untuk menjaga hak-hak generasi yang akan datang.
Diantara hal yang menunjukan perhatian Umar Radhiyallahu Anhu terhadap sumberdaya alam, disebutkan bahwa Umar tidak memperbolehkan merusaknya walaupun sedikit, dia mengambil benih kurma dan lain sebagainya yang jatuh ke tanah dan menaruhnya di rumah orang agar bisa dimanfaatkan.
Meluasnya penggunaan sumberdaya alam merupakan sebab terpenting dari eksploitasi sumber daya alam secara khusus dan masalah lingkungan secara umum. Oleh karena itu, tidak mungkin menyelesaikan masalah lingkungan dengan meluasnya penggunaan sumber daya alam. Dalam fikih ekonomi Umar Radhiyallahu Anhu tema yang menonjol adalah tentang sikap ekonomis dalam konsumsi dan menyerukannya, dan memerangi semua bentuk indikasi berlebih-lebihan dan kesia-siaan.
Peradaban barat membuat aturan meninggikan dan mempermegah bangunan, maka hal tersebut mengeksploitasi bahan-bahan yang dipergunakan dalam membangun sesuatu yang besar dan menyebabkan pencemaran, secara langsung atau tidak langsung, yang memberi andil besar terhadap pencemaran lingkungan. Hal tersebut terjadi tidak lain karena dalam membangun bangunan melampaui batas ekonomi yang bisa mewujudkan kebutuhan manusia, dan berlebih-lebihan dalam hal yang tidak bermanfaat, selain bermegah-megah dan kesia-siaan. Hal tersebut merupakan bencana bagi manusia karena menyebabkan bahaya bagi lingkungan dan lain sebagainya.
Peradaban manusia sepanjang sejarah masih saja berlomba-lomba dengan meninggikan bangunan semenjak peradaban Fir’aun dengan piramidnya, sampai peradaban barat dengan gedung pencakar langitnya. Mereka lupa akibat lingkungan yang merusak yang diakibatkannya. Akan tetapi Umar Radhiyallahu Anhu ketika menyusun peradaban Islam dalam membangun bangunan dengan aturan yang mengharuskan manusia untuk tidak meninggikan bangunan melebihi kemampuannya. Hal ini bersumber pada fikih lingkungan Islam yang ditujukkan untuk tujuan ekonomi dalam sumberdaya lingkungan yang berupa bahan-bahan bangunan. Di masa kemudian terlihat akibat dari sikap berlebih-lebihan yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan yang menimpa keseimbangan lingkungan.
Di sisi lain, Umar Radhiyallahu Anhu menghubungkan bangunan dan kebutuhan akan bangunan tersebut dan melarang setiap bangunan yang tidak bermanfaat. Diriwayatkan bahwa Umar Radhiyallahu Anhu membenci apabila seseorang mempunyai rumah ditempat lain yang tidak ditempatinnya, dia berkata, “Maka berikanlah kepada umat Islam, biarlah mereka memanfaatkannya.” Diriwayatkan juga bahwa Amru bin Ash merencanakan membangun bangunan di Mesir, dia menulis surat kepada Umar Radhiyallahu Anhu, “Saya telah membuat rencana sebuah rumah untukmu di masjid jami’.” Maka Umar menjawabnya, “Bagaimana mungkin seorang di Hijaz mempunyai rumah di Mesir?” Dan memerintahkannya untuk menjadikannya sebagai pasar bagi umat Islam.
Diantara hal yang berhubungan dengan penjagaan terhadap sumberdaya alam dengan mengembangkan dan memperbaikinya, Umar Radhiyallahu Anhu memerintahkan untuk mengembangkan sumber daya alam, dan tidak memperbolehkan untuk mengabaikannya. Misalnya sikap Umar terhadap lahan mati, di mana dia mendorong dengan berbagai cara untuk menghidupkannya. Dia tidak memberikan kepada seseorang, kecuali yang mampu digarapnya, dan dia menarik kembali beberapa bagian yang pemiliknya tidak mampu mengerjakannya.

Jika Budaya Pesantren Menjadi Budaya Masyarakat Masa Kini

Pesantren adalah sekolah berbasis islam yang hidup dalam lingkungan berasrama. Dipenuhi oleh pemuda yang disebut santri yang diajari banyak sekali pengetahuan masalah agama ataupun pengetahuan umum. Kehidupan dalam pesantren dibuat tidak terlalu mewah layaknya kehidupan masa kini. Makan tetap tiga kali sehari tetapi selalu mengutamakan gizi ketimbang kelezatan yang kesehatannya belum tentu terjamin. Bangun pagi, sholat berjama’ah, sekolah, tidur bersama - bersama, tidur jam sepuluh, serta melakukan aktivitas bersama - sama adalah kebudayaan yang ditanamkan oleh pengasuh di lingkungan pondok.
Berbeda sekali dengan kebudayaan yang muncul di kehidupan masyarakat masa kini. Hidup semaunya, makan seenaknya, tidur senyamannya, pokonya ketidakaturan menjadi sebuah aturan yang nyaman bagi kehidupan masa kini. Hingga ketidakaturan itu membuat emosi masyarakat tidak terkontrol secara baik yang mengakibatkan banyak sekali keributan di sana - sini. Tidak seperti di pesantren yang hidup dalam keteratuan membuat kenyamanan banyak tercipta di setiap sudutnya.
Menjadi sebuah mimpi apabila budaya pesantren menjadi budaya kehidupan masyarakat masa kini. Akan tercipta sebuah kenyamanan di setiap sudut kota. Senyuman menyebar ke tengah - tengah kota. Tak ada kata permusuhan. Perdamaian akan terasa indah. Sehingga hidup terasa cepat karena keramahan benar - benar begitu terasa.
Sayangnya, itu hanyalah sebuah mimpi. Mimpi bagi para santri yang telah keluar dari pondoknya. Mimpi bagi para pecinta kedamaian. Bahkan mimpi bagi pemimpin di seluruh Negara yang ada.

Bumiku Semakin Sempit

Bumi adalah tempat tinggal manusia yang sangat indah. Ditumbuhi oleh berbagi jenis tanaman, dihiasi oleh lautan yang biru, dan butran – butiran salju yang menumpuk di ujung – ujungnya. Semua itu tercipta hanya untuk manusia.

Saat manusia datang, mereka berkembang layaknya tumbuhan ataupun hewan sehingga manusia memenuhi hampir di setiap pulau yang ada di bumi. Selain berkembang biak, manusia juga mengembangkan ilmu mereka sehingga dari tahun ke tahun hasil dari pengetahuan yang dulu bisa dirasakan oleh manusia – manusia selanjutnya. Sayangnya, dari tahun – ke tahun, bumi yang luas ini terasa semakin sempit. Sehingga ada inisiatif untuk mencari planet baru selain bumi.

Ambil contoh saja kota Jakarta. Kota Jakarta yang merupakan salah satu dari kota – kota besar yang ada di Indonesia suda semakin sempit, tak ada lahan yang kosong bagi penghuni – penghuni selain manusia. Dimana – mana sering terjadi kemacetan. Entah bagaimana ceritanya, tapi itu benar – benar terjadi. Hingga terkesan aneh jika ada orang yang tidak terjebak kemacetan di kota Jakarta.

Pada hakekatnya kepadatan tidak akan menjadi suatu masalah yang besar ketika masayarakat mau tinggal sesuai tempatnya, tanpa mengganggu kehidupan yang lain. Selain itu, tidak berlebih – lebihan dalam membangun rumah. Karena kadang rumah besar tapi penghuninya hanya segelintir orang.

Ancaman Kesehatan di Masyarakat

“Kesehatan itu mahal”, itulah kata bijak yang sering didengarkan kepada seluruh lapisan masyarakat. Memang benar kesehatan itu mahal karena kesehatan itu tidak bisa seenaknya di perjual belikan dengan bebas. Akan terasa saat orang mulai merasa sakit. Orang sakit akan menyesal dan sadar bahwa lebih enak jadi orang sehat ketimbang orang sakit karena orang sehat bebas melakukan apa yang mereka inginkan tanpa ada faktor yang merugikan bagi mereka sendiri.
Seiring berkembangnya zaman, infrastruktur kesehatan semakin berkembang. Tetapi perkembangan itu juga diikuti oleh kualitas kesehatan pada tubuh manusia yang semakin menurun. Dikarenakan banyak manusia yang sehat sudah tidak lagi memperhatikan aspek - aspek yang sebenarnya bisa mengganggu kesehetan mereka. Mulai dari aspek makanan, gaya hidup, dan lain - lain. Aspek makanan adalah faktor yang sering kali menghasilkan banyak sekali penyakit. Banyak sekali orang sehat makan tanpa memperhatian kandungan isinya. Seperti fast food, berbahan pengawet, ataupun zat - zat pewarna yang sudah banyak sekali di setiap makanan ringan yang ada
Sayangnya, kesadaran mereka baru muncul ketika mereka berusia lanjut. Karena efek samping yang mereka makan tidak muncul secara langsung. Melainkan menumpuk di dalam tubuh dan akan menjadi penyakit ketika lebih dari puluhan tahun. Selain itu, pegobatannya akan memakan biaya yang besar karena penyakit yang ditimbulkan bukan penyakit yang biasa tetapi luar biasa bahkan baru saja muncul pada orang tersebut.

Islam tak memandang ras

Ras, suku, bangsa, kekayaan, atau harta adalah sekumpulan perbedaan yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Perbedaan ini sering kali memunculkan banyak sekali polemik di seluruh kehidupan masyarakat hingga puncaknya adalah pertumpahan darah yang pernah terjadi hampir di seluruh negara yang ada di dunia.
Seperti di Indonesia, ada peperangan antara suku dayak dan suku madura. Hanya karena perbedaan ras mereka saling berperang. Orang - orang dayak membunuhi orang - orang madura, begitu juga sebaliknya. Memang slogan yang dipakai di bumi Indonesia sungguh dalam maknanya, bhineka tunggal ika, tetapi slogan itu hanyalah sebuah kata yang indah tetapi tidak diikuti dengan perealisasian yang nyata kekehidupan masayarakat.
Apabila msayarakat mau melihat orang - orang terdahulu. Ada satu hal yang bisa menjadi sebuah perhatian yang besar, yaitu islam. Bisa terlihat hanya dengan dibawah naungan sebuah agama, pemimpin - pemimpin saat itu mampu menyatukan sepertiga dari kehidupan masyarakat yang ada di dunia. Padahal perbedaan yang ditimbulkan lebih msayarakat itu jauh lebih banyak dari kehidupan masa kini. Tetapi begitulah islam ketika meraih kejayaannya sebagai sebuah Negara yang disatukan atas nama agama.
Sebenarnya bukan dari agamanya yang mesti diperhatikan oleh msayarakat. Tetapi lebih ke aspek penyebaran sebuah semboyan yang sering didengar oleh seluruh lapisan masyarakat. “tak ada manusia yang lebih baik di pandangan Allah SWT melainkan manusia yang paling bertkwa”. Semboyan ini yang ,menjadi pendorong bagaimana manusia saat itu bisa saling menghargai anatara satu dengan yang lain. Mencintai yang kecil dan jarang sekali mencela sehingga keributan di sana sini jarang sekali didapat.